Diam Menyibukkan.

Aku tak sekedar diam, melainkan terlalu sibuk merajut rindu untuk kusematkan nanti ketika bertemu.
Aku tak sekedar diam, melainkan terlalu sibuk mengumpulkan cerita yang didalamnya selalu ada kamu.
Aku tak sekedar diam, melainkan terlalu sibuk mengingat hal-hal lucu tentangmu yang menemani hari-hari sepiku.
Aku tak sekedar diam, melainkan terlalu sibuk merapalkan setiap mantra harapan kita.
Aku bukan hanya diam, melainkan terlalu sibuk memikirkan jalan mana lagi yang akan kita lalui demi menghabiskan malam untuk melepas rindu.

Aku.
Diantara semua kerinduanku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s