Flame on You by Eko Supriyanto : Interpretasi lakon pada tarian

Kali ini, Eko Supriyanto mengangkat satu cerita dari Kisah Ramayana dimana Ramayana sebenarnya diambil dari ceritera yang benar-benar terjadi di daratan India.
Saat itu daratan India dikalahkan oleh India Lautan yang juga disebut tanah Srilangka atau Langka, yang dalam pewayangan disebut Alengka.
Tokoh Rama adalah pahlawan negeri India daratan, yang kemudian berhasil menghimpun kekuatan rakyat yang dilukiskan sebagai pasukan kera pimpinan Prabu Sugriwa.
Sedang tanah yang direbut penguasa Alengka dilukiskan sebagai Dewi Sinta (dalam bahasa Sanskerta berarti tanah).Dalam penjajahan oleh negeri lain, umumnya segala peraturan negara dan budaya suatu bangsa akan mudah berganti dan berubah tatanan, yang digambarkan berupa kesucian Sinta yang diragukan.

Karya Eko Supriyanto ini pada awalnya dikembangkan sebagai bagian dari Pertukaran Koreografer Asia Tenggara di Kamboja yang difokuskan pada Ramayana. Goethe-Institut dengan bangga menyelenggarakan pertunjukan perdana karya ini di Jakarta pada Sabtu malam, 7 April 2012. Saya berniat sekali untuk menonton acara ini bersama teman yang kebetulan juga menyukai karya-karya Eko Supriyanto. Dan seperti biasa, Goethe Haus penuh diisi penonton yang juga kebanyakan undangan dari Kedutaan Jerman dan negeri tetangga. Sungguh bangga menjadi bagian dari pertunjukan kemarin malam. Mereka terlihat antusias tak kalah dengan penonton yang memang berasal dari Indonesia.

Pertunjukan ini menceritakan saat-saat kebebasan Sinta bertahun-tahun diculik oleh Rahwana, dimana Sinta seharusnya meminta Rama untuk membakar dirinya guna membuktikan keperawanannya. Tapi Sinta mengatakan tidak terhadap Rama, karena ia tahu bahwa ia pasti akan mati dalam api.

Karya Eko Supriyanto ini pada awalnya dikembangkan sebagai bagian dari Pertukaran Koreografer Asia Tenggara di Kamboja yang difokuskan pada Ramayana. Goethe-Institut dengan bangga menyelenggarakan pertunjukan perdana karya ini di Jakarta pada 7 April 2012.

Karya “Flame on You” oleh koreografer ternama Eko Supriyanto yang terpadu dengan alunan musik oleh Jen Shyu, menunjukkan bagaimana Rama melupakan cintanya kepada Sinta dan bagaimana aspek hewani dalam tubuhnya telah mengendalikan hasratnya. Sementara Sinta berdiri melawan Rama, ia juga merasa malu pada dirinya sendiri. Kebalikan dari sisi kebinatangan dan humanistik umat manusia membuat kita mempertanyakan arti “cinta” dan “manusia” di dunia ini.

Salam.

___

8.4.12

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s