Bagaimana perasaanmu saat ini?

Bagaimana perasaanmu saat ini?

setelah kita tersadar,

ada hangat yang kembali mengintip diam-diam

Bagaimana perasaanmu saat ini?

ketika harapan sudah kembali pulang

dari perjalanan tak berharapnya

Bagaimana perasaanmu saat ini?

saat kita mencoba merangkak perlahan

dari kegagalan terindah kita

 

kamu mengajakku untuk mendekati hangat yang mengintip itu

aku mengangguk dan mengikuti punggungmu yang berjalan mendekatinya

tak kuasa kita memeluknya–hangat yang kembali mengintip diam-diam itu

dalam-dalam.

“nyaman sekali…”, katanya pelan sambil berbisik di telingaku

aku mengencangkan pelukanku, begitupun kamu

“bagaimana perasaanmu saat ini?”, tanyaku padamu——

kemudian hangat pun meleburkan diri dalam pelukan kita.

 

Blumchen Coffee, 19 November 2014

Novel : Kunang-Kunang Rock N Roll

Originally posted on Labirin Do:

“Lalu kenapa memilih rock n roll?” Tanya Marta lagi.

“Hanya itu hingar bingar yang kami miliki, kami tidak suka nongkrong di mall, atau pergi ke club untuk joget sampai pagi. Dan yang kami lakukan adalah bermain musik sekeras yang kami mau, sebrisik yang kami mampu dan selanjutnya kita tidur ditengah kesepian tanpa harus merugikan orang, atau beradu mulut tentang sebuah prinsip dalam kehidupan. Selanjutnya sepi memeluk kami kembali tanpa perlu membeli atau memohon.” Jawabku.

***

Semua orang pasti punya mimpi dan petualangn dalam hidupnya. apalagi mimpi yang melibatkan letupan-letupan petualangan yang membuat banyak hal tercatat dalam pikiran. begitu juga dengan Jimmi, otak pemberontakanya membuat dirinya berpetualang dengan banyak hal, cintanya terhadap The Doors membuat dirinya ingin menyamai vokalis rock N roll tena yang mati Over Dosis karena Heroin. sampai-sampai Jim ingin menjadi bagin Forever Young atau club 27 dimana para musisi dunia tewas di usia muda. cintanya terhadap Marta tidak…

View original 287 more words

Yang tidak kita ketahui pada malam itu

Mata kaki kita saling beradu pandang
Mereka diam-diam bercumbu di dalam riuh tawa kita
Bermesraan dalam hangat tak memerdulikan gelap yang semakin kelam
Sesekali mata kakiku malu-malu saat beradu pandang dengan mata kakimu
Mata kakimu memandang teduh mata kakiku dalam-dalam
Hingga kita memutuskan untuk beranjak
Diam-diam mata kaki kita terlepas dan lanjut menghabiskan malam di bawah meja itu

30 Agustus 2014